Skip to main content

2 Jenis Perilaku Konsumen Online di Indonesia

Jika kamu ada keinginan bisnis online, maka kamu harus tahu karakter calon pembeli produk mu. Nah, berikut adalah gambaran bagaimana keunikan karakter pembeli online yang parlu kamu ketahui. Baca dan simak hingga tuntas ya !

Jangan bayangkan melakukan bisnis di internet itu mudah dan sederhana. Faktanya tidak semua mudah untuk dilakukan, butuh alokasi waktu dan usaha ekstra untuk melakukannya. Termasuk menghadapi pelanggan yang memang unik setiap orangnya.  Dalam postingan artikel saya kali ini ingin memberikan bagaimana gambaran karakter pembeli atau customer yang membeli produk secara online.

pemasaran online,  materi pemasaran online,  jenis jenis pemasaran online,  contoh pemasaran online,  makalah pemasaran online,  strategi marketing online shop,  pemasaran online pdf,  manfaat pemasaran online,  usaha online shop, bisnis  online gratis tanpa modal,  bisnis baju online,  bisnis online terpercaya,  bisnis online syariah,  usaha online pemula,  bisnis online terbaik,
(image : publicdomainpictures.net)


Jika kamu seorang seller di marketplace seperti tokopedia, bukalapak, shopee, dan sebagainya mungkin kamu dimanjakan dengan berbagai fasilitas dalam menjual produk kamu disana. Misalnya dimanjakan dalam karakter pengguna marketplace tersebut, kemudian sistem pembayaran, serta pengiriman yang semuanya serba praktis dan menghemat waktu. 

Mengapa saya katakan seller di marketplace yang saya sebutkan diatas dimanjakan dengan karakter customernya? Hal ini jelas pengguna marketplace tersebut orang dengan karakter paham teknologi. Gimana tidak paham, mereka pengguna aplikasi marketplace tersebut yang di unduh melalui PlayStore-nya android atau AppStore-nya Apple. Untuk download atau mengunduh, paling tidak mereka harus punya akun email. Dan juga gadget yang digunakan, harus memenuhi spesifikasi tertentu, misalnya minumal menggunakan OS Android tertentu, dan sebagainya. 

Bahkan pengguna non-aplikasi bisa menggunakan browser yang diakses lewat Ponsel atau komputer, dan tidak semua orang bisa melakukannya. Meski menggunakan browser (bukan aplikasi), mereka juga wajib registrasi menggunakan email atau akun facebook mereka. 

Dari segi paham atau melek teknologi, pengguna marketplace yang saya sebut diatas juga secara otomatis akan terdidik untuk menggunakan aplikasinya atau bagaimana cara membeli di marketplace tersebut. Misalnya bagaimana cara membayarnya dan bagaimana para seller mengirimkan barang ke alamat pembeli. 

Paling tidak pengguna marketplace diatas memiliki akun bank / rekening bank yang bisa digunakan untuk traksaksi pembelian secara online. Selain itu mereka jika sering membeli pasti paham, bahwa mereka bisa membayar melalui alfamart, indomart, atau bahkan bayar di kantor pos.

Secara gambaran umum yang jelas, seller di marketplace tersebut sangat dimanjakan dengan keunggulan karakter penggunanya yang terdidik dan melek teknologi. Kenapa saya begitu paham? Karena saya juga memiliki pengalaman sebagai pengguna baik untuk membeli di marketplace tersebut diatas dan juga pengalaman sebagai seller disana. 

Namun jika kamu suka tantangan, coba keluar untuk menjaring pelanggan baru yang benar-benar unik dan fresh mungkin kamu coba untuk keluar dari marketplace yang sudah ada. Bagaimana caranya? Bikin website atau toko online, datangkan pengunjung dari Google baik secara organik atau berbayar dari iklan Adwords.

Mengapa saya katakan hal tersebut menantang? Karena kamu akan menemui calon pembeli yang unik dengan berbagai macam karakter. Saya sendiri sudah lama melakukan hal ini untuk campaign iklan produk-produk yang saya pasarkan melalui internet.

Misalnya jika pengguna marketplace diatas, kalau butuh sesuatu tinggal buka aplikasi atau websitenya dan cari produk untuk dibeli. Beda lagi orang-orang yang bukan pengguna marketplace tersebut, mereka belum paham tentang marketplace tersebut dan juga mereka tidak memiliki gadget berteknologi tinggi.

Nah, saya ambil sample / contoh orang-orang yang sering ditemui dari Search Engine. Misalnya orang desa yang memang belum memiliki pengetahuan tentang pembelian online, mereka masih menganut sistem ada barang ada uang. 

Ada barang, ada uang ini mungkin agak kurang ngeh bagi seller. Hitung ongkir pakai JNE ke luar pulau jawa, tapi pembeli minta COD (Cash On Delivery) ke kotanya. Mana bisa coba menggunakan harga JNE dan kita diajak COD ke kotanya. Sangat tidak efeseien baik secara waktu dan biaya.

Dan akhirnya harus sabar untuk mengedukasi tentang apa itu JNE, meyakinkan bahwa barang yang dikirim pasti nyampai alamat yang dituju. Hingga jurus terakhir yaitu mengarahkan agar menggunakan marketplace, sarankan menggunakan Tokopedia, Bukalapak, atau Shoppe.

Ketika diarahkan mengguakan marketlace tersebut untuk transaksi biar sama-sama enak dan aman, ada masalah baru yaitu tidak punya akunnya. Baik, tetap dilayani dengan baik yaitu mengajari cara membuat akun marketplace tersebut, dan sebagainya. Tapi jangan senang dulu, ada masalah lagi.

Masalah berikutnya adalah tidak punya email dan handphone tidak bisa mengakses internet. Sabaarr ini sedang ujian.

Kasus berikutnya 

Pembeli adalah raja, memang ada benarnya dan harus dilayani dengan baik. Hampir sama seperti cerita diatas, namun hal kali ini beda lagi masalahnya yaitu tentang pembayaran. Calon pembeli sudah deal dan tidak masalah dengan pengiriman, tapi ketika mau membeli si calon pembeli mengatakan tidak punya rekening.

Akhirnya sarankan untuk melakukan pembayaran melalui alfamart/indomart/ kantor pos dan bantu melakukan pembelian ke online marketplace yang ada. Hal ini mempermudah, karena alfamart atau indomart hampir ada di seluruh wilayah.

Namun menjadi masalah lagi jika calon pembeli ada di daerah yang belum ternjangkau alfamart atau indomart, tapi pembayaran bisa menggunakan Pos Indonesia.

Hikmah apa yang bisa diambil dari kasus-kasus menghadapi customer online yang awam?


1. Kesabaran

Hal yang wajib dilakukan oleh semua seller dalam menghadapi pembeli adalah sabar. Apalagi pembli yang awam atau belum pernah melakukan transaksi online. Coba bayangkan, untuk proses yang saya jelaskan diatas perlu komunikasi setidaknya dari pagi hingga siang harus menjawab pesan singkat dari pembeli (chat), serta menjelaskan dengan detail semuanya.

2. Edukasi

Edukasi merupakan salah satu kunci penting dalam dunia marketing. Misalnya produk yang baru, maka mau tidak mau harus mengedukasi kepada pasar tentang produk tersebut. Mulai dari manfaat hingga penggunaannya, dengan tujuan produk tersebut bisa diterima oleh pasar.

Demikian juga mengedukasi masyarakat yang awam dalam membeli produk di internet, maka jangan tidak mempedulikan mereka. Meski butuh waktu yang lama dalam menjelaskan, namun hal ini akan membantu menambah wawasan masyarakat akan pentingnya penggunaan internet termasuk untuk melakukan jual beli.

Jadi nilai lebihnya yaitu produk kamu bisa terbeli dan juga mengamalkan ilmu/pengetahuan kamu. 

3. Memajukan melek internet di Indonesia

Mungkin saat ini Indonesia bisa dikatakan tertinggal dari negara seperti Amerika dalam hal penggunaan internet. Namun  di Indonesia sendiri, tidak semua mengenal dan sadar akan pentingnya penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari. Terutama di daerah pedesaan atau pelosok yang tidak terjangkau internet.

Hal yang diketahui di internet secara umum mungkin cuma Google yang membantu mencari sesuatu di internet. Meski awam internet, bukan berarti mereka bukan tidak memiliki kemampuan pembelian produk mu. Bisa jadi memiliki kemampuan yang lebih besar, cuma masalahnya mereka awam akan jual beli online. 

Semakin lama pengguna internet di tanah air juga akan berkembang dan terus meningkat. Dan dengan kesabaran untuk mengedukasi calon konsumen mu, berarti kamu telah berkontribusi dalam memajukan perkembangan teknologi internet di Indonesia. Khususnya dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Demikian penjelasan singkat tentang keunikan konsumen di Indonesia. Dari penjelasan tersebut bisa kita bandingkan bagaimana karakter konsumen yang awam dan konsumen yang melek internet. Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Cara membuat blog dengan konten yang menarik dan berkualitas

Blog ini memang masih baru dan fresh, tapi bukan berarti blog ini blog pertama saya. Saya sejak 2009 saya sudah mengenal blog ketika mengerjakan tugas sekolah, dan itu menjadi pengalaman pertama saya membuat blog dan konten blog. Blog pertama yang merupakan project untuk ujian sekolah sudah lama tidak diurus bahkan sampai sekarang sudah lupa akun email dan passwordnya.

Ketika masih kuliah pernah iseng membuat blog lagi, tapi isinya bukan cerita pribadi seperti blog yang baru dibuat ini. Blog iseng tersebut jadi bahan percobaan pribadi, dengan menggunakan TLD (Top Level Domain) dan juga paket hosting murah meriah. Tujuannya cukup sederhana yaitu memenuhi rasa ingin tahu saja. Dan itu bertahan hingga sekarang, mungkin sudah berjalan sekitar 3 tahunan meski update kontennya kembang kempis tergantung kesibukan dan juga mood.

(Gambar : flickr.com)

Membuat blog memang sangat mudah, namun mengembangkan blog sehingga banyak yang membaca itu merupakan pekerjaan yang susah serta butuh proses ya…

Strategi jualan online di fanpage facebook untuk pemula

Seperti yang banyak diketahui oleh banyak orang, bahwa berjualan adalah aktifitas memberikan produk atau layanan tertentu dengan imbal balik bisa berupa uang, barang atau juga apapun yang sesuai. Kalau kita lihat saat ini memang terjadi dua tren berjualan yang menjadi andalan para pelaku usaha. Yaitu jualan dipasar tradisional, toko, warung, atau lapak-lapak yang bersifat offline. Sedangkan jualan yang bersifat online hampir sama sebenarnya dengan jualan offline, yang membedakan adalah penggunaan teknologi internet serta jangkauan yang tidak terbatas pada daerah tertentu saja.
Misalnya yang dulu mungkin orang berjualan tas hanya ada di toko tas, pasar, bahkan supermarket dan sebagai pembeli kita hanya bisa membeli dengan datang ke toko tersebut dan transaksi bisa dilakukan disana. Saat ini untuk membeli tas tidak perlu datang ke lokasinya secara langsung, karena banyak penjual tas yang mempromosikan barang dagangannya secara online. Sehingga sebagai pembeli kita bisa melihat tas yang …

Belajar dari kesalahan strategi online marketing dengan sosial media

Kalau tidak salah di awal 2017 saya menjumpai kejadian yang cukup miris dan kasihan di facebook dan LINE. Bagaimana tidak miris coba, teman saya sendiri dicaci maki oleh banyak orang dan bahkan ada yang mengeluarkan kata-kata mutiara atau misuh (baca : mengumpat). Bayangkan saja, bagaimana jika kamu melihat teman mu dicaci maki seperti itu.



Tapi jangan mudah menyimpulkan dulu dan menyalahkan orang yang misuh-misuh itu. Lihat dulu kronologisnya dan kejadiannya, kumpulkan fakta-faktanya seperti film detektif Conan edogawa. Kemudian analisa dan simpulkan siapa yang memulai munculnya kata-kata mutiara tersebut. Nah dari pada kamu pusing memikirkan bagaimana ceritanya, lebih baik saya yang akan berbagi cerita dengan pembaca sekalian.

Kejadian pertama teman saya memanen kata mutiara di LINE. Awalnya saya kaget karena LINE saya terus-terusan bunyi tanpa henti, seperti ada sangat banyak pesan yang masuk. Dan setelah saya lihat ternyata ada sebuah chat group yang masih baru dibuat dan berisi p…